Belajar Bahasa Sunda dan Sejarah Suku Sunda

Jika berkaitan dengan Belajar Bahasa Sunda, pasti kalian mengenal orang-orang sunda yang ramah tamah dan sopan santun. Ya kalian pasti pernah dengar dengan sebutan Bahasa Sunda itu memiliki banyak undak-usuk basa.

Atau bisa di bilang memiliki Banyak Kosakata. Contoh kata Makan, kalau sundanya bisa Tuang, Neda, Dahar, Nyatu, Lolodok dan masih banyak lagi. Juga Bahasa Sunda ini memiliki Tingkatan kata ketika berbicara dengan orang seumuran kita, lebih tua dari kita.

loading...

Bahkan untuk bahasa ke anak kecil pun ada aturanya. Ini lah yang membuat julukan “benghar ku basa”. Kini saya akan menjesalkan sekilat tentang Belajar Bahasa Sunda.

Sejarah Singkat Sunda

Sejarah Suku Sunda

Sejarah Suku Sunda

Suku sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari bagian Barat Pulau Jawa, Indonesia. dengan istilah sebutan Tatar Pasundan mencakup wilayah Provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Tengah (Banyumasan) dan Lampung.

Orang sunda sangat tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia,dan wilayah utamanya berada di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Sunda sangat kental dengan adat istiadat dan budayanya. orang sunda memiliki jati diri yang memiliki sipat optimis, ramah-tamah, sopan, riang dan bersahaja. Bahkan orang Portugis mencatat bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani.

Kebudayaan Sunda

Kebudayaan Sunda

Orang sunda juga merupakan yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah Raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka.

Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam sebuah Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI.

Tidak hanya berprestasi dalam bidang politik dan ekonomi saja. prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

Sejarah lain mengatakan Fakta Suku sunda adalah suku dan kerajaan sangat besar dan tidak pernah kalah oleh suku manapun. Pada tahun 1998, Orang Sunda berjumlah kurang lebih 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat dan sekitar 3 juta jiwa hidup di provinsi lain.

Suku Sunda

Suku Sunda

Di antara mereka, penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup besar yang bisa dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda Merupakan salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia Barat.

Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese (dalam bahasa Inggris berarti orang Sudan). Nama orang Sunda sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedia.

Kata Sunda berasal dari akar kata sunda atau kata suddha dalam bahasa Sansekerta yang mempunyai pengertian bersinar, terang, berkilau, putih.Dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Bali pun terdapat kata Sunda, dengan pengertian: bersih, suci, murni, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada.

Orang Sunda meyakini bahwa memiliki etos atau karakter Kasundaan, sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Karakter kasundaan tersebut yang dimaksud adalah, sebagai berikut :

  • Cageur (Sehat),
  • Bageur (Baik),
  • Bener (Benar),
  • Binger (Mawas diri),
  • Banter (Berani) dan
  • Pinter (Berdas).

Belajar Bahasa Sunda

Tulisan Sunda

Tulisan Sunda

Sebelum kita membahas pelajaran bahasa sunda lebih jauh,alangkah baiknya kita mengetahui beberapa hal berikut ini sebagai informasi awal.

Cara Membaca Huruf Sunda

Cara membaca huruf dalam bahasa Sunda; e , é dan eu dalam belajar bahasa sunda berhuruf sama namun cara pengucapan nya berbeda, secara sederhana;

  • Pengucapan huruf e sama dengan pengucapan pada bahasa Indonesia umumnya.
  • Pengucapan huruf é seperti pengucapan huruf e dalam kata ; (kota) Serang, pendek, mereka dll.
  • Pengucapan huruf eu seperti pengucapan huruf e dalam kata; peuyeum, Pasteur, Jeung, beureum dan lain-lain.

Mengenal Bahasa Sunda

Pada Bahasa sunda ini terbagi menjadi 3 tingkatan, halus, biasa (loma) dan kasar. Secara sederhana Kita membaginya kedalam bahasa formal dan informal,Contoh:

  • Rék kamana? Mau kemana (Informal).
  • Badé kamana? Mau kemana (formal).

Kita dapat menggunakan kalimat ini, misalnya, ketika bertemu dengan orang di lingkungan baru kalian, untuk sekedar berbasa-basi.

  • “Badé kamana, pak/bu?” (Mau kemana, pak/bu)

Lebih baik disarankan untuk tidak menggunakan kalimat informal;

  • “Rék kamana, pak/bu? ” (Mau kemana, pak/bu)

Meskipun memiliki arti sama, namun kata “rek (kamana)” terkesan tidak sopan jika digunakan pada orang yang kurang kita kenal.

Kata Penyebutan Orang Dalam Bahasa Sunda

Bila di Jawa ada kata Mas atau Mbak ,di Sunda ada juga kata AA dan Tétéh. Kata AA dan teteh sebetulnya digunakan untuk panggilan sopan seorang adik pada kakaknya.

AA untuk kakak laki-laki dan Tétéh sebagai kakak perempuan, tapi dalam prakteknya kata ini digunakan sebagai panggilan kepada orang yang lebih dewasa umurnya atau kita hormati.

Beberapa panggilan-panggilan sunda lain, diantaranya;

» Uwa untuk laki-laki atau perempuan yang menjadi kakak dari orangtua.
» Bibi untuk perempuan adik dari orang tua, atau istri dari adik laki-laki orangtua anda.
» Amang/Emang adalah sebutan untuk adik laki-laki dari orang tua anda.
» Neneng /Neng adalah panggilan untuk anak kecil (perempuan).
» Ujang / Jang adalah panggilan untuk anak kecil (laki-laki).

Pada prakteknya kata neng dan ujang digunakan juga sebagai panggilan orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Jadi, walaupun umur kita sudah 20 an, orang yang usianya lebih tua dari kamu kadang masih tetap memanggilmu dengan “neng/ujang”.

» Abah adalah sebutan untuk Ayah.
» Ema adalah sebutan untuk Ibu.

Pada prakteknya kata Abah dan Ema juga bisa disematkan ke Nenek atau Kakek atau juga kepada sesepuh atau orangtua yang dihormati.

» Akang / Kang biasanya digunakan sebagai panggilan seorang istri untuk suaminya.

Namun bisa digunakan pula untuk panggilan pada seseorang yang lebih tua atau dihormati atau untuk penggilan akrab pada seseorang, fungsinya sama seperti Aa.

Banyak sekali tokoh daerah Sunda yang menyematkan kata AA/Kang sebagai panggilan akrabnya; AA Gym. Aa Boxer, Kang Ibing, Kang Emil ada juga Kang Muslihat di film Preman Pensiun yang buming beberapa waktu lalu.

Bobodoran Sunda

Jelema Pang Bodona Sadunya
Udin jeung Maman tatarucingan.

Udin: “Man! Ari jelema pang bodona di dunya ieu jelema naon?”
Maman: “Anu gelo!”

Udin: “Lain!”
Maman: “Diajak ulin, diajak dahar!, dibere duit, diajak ngew… teu daek!”
Udin: “Lain!

Maman: “Naon atuh! taluk aing mah!”
Udin: “Jelema nu pang bodona di dunya ieu aya tilu: anu kahijina tukang delman, anu kadua tukang ngangon munding, anu katiluna anu ngapdreuk pas photo.”
Maman: “Naha kumaha kitu?”

Udin: “Pek tempo ku maneh eta tukang delman, ari awewe geulis jeung sarareungit di tukangan!, ari bool kuda sakitu sareukseuk jeung bau teh disanghareupan, lamun tukang ngangon munding, ari dahar jeung lauk asin, ari daging anu sakitu gedena

ditumpakan bae, lamun anu ngapdreuk pas photo, pek bandungan ku maneh: ‘Mang! bade ngapdreuk pas photo! (ceuk anu ngapdreuk), sabaraha? (Ceuk tukang pas photo), 6 x 4 lima! (Ceuk anu ngapdreuk), mangga antosan (Ceuk tukang pas photo)’, pan kitu pokna teh!, sakanyaho aing mah 6 x 4 teh pan 24!”

Maman: “Sugan aing mah anu paling bodona sadunya teh anu diomongkeun ku maneh wungkul, gening maneh oge sarua bodona, maksudna pas photo 6 x 4 lima teh hartina lima lambar. Bisa bae ka batur ngomong bodo!, ari sorangan leuwih oon, oneng , jeung tolol.”

Maman: “Giliran aing lah mere tarucing ka maneh! Din! Cik ari pang panasna di dunya ieu naon?”
Udin: “Panon poe!”
Maman: “Terus!”

Udin: “Nya enggeus!”
Maman: “Salah!”
Udin: “Terus naon?”

Maman: “Pang panasna di dunya ieu nyaeta: ‘Moe maneh diluhur seng tengah poe ereng-erengan bari ngadurukan jeung nginum kopi panas. terus kabogoh direbut batur'”
Udin: “Sakalian siana diduruk ku aing!”
Maman: “!!!????????”

***

Baca juga: Pendidikan Anak Usia Dini

Demikian lah tentang Belajar Bahasa Sunda yang saya rangkum dalam sebuah artikel ini, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *