ILMU MANFAAT SEORANG SANTRI PESANTREN

Assalamu’alaikum warahmatullah hiwabarakatuh, perkenalkan nama saya Ramdan Tri cahya. Kini aku akan menceritakan pengalaman saya ketika di pesantren, yaitu Ilmu Manfaat Seorang Santri Pesantren.

pesantren merupakan tempat menimba ilmu bagi para santri. Setiap santri akan di didik langsung oleh sang guru pesantren ataupun dengan mirid lagi yang ilmunya sudah mampuni. Ini merupakan didikan agar sang murid dapat paham bagaimana cara mendidik murid lagi di kala ia menjadi seorang guru yang akan mengamalkan Ilmunya.

loading...

Dan kini saya akan membahas seputar tentang Ilmu

Pesantren

Pesantren

Pesantren

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kiai. Pesantren merupakan Tempat bagi siswa menimba ilmu agama atau mengaji, duniawi untuk bekal keselamatan para santri dunia dan akhirat.

Pesantren pasti identik dengan kata santri dan guru ngaji atau Kiai. Pesantren itu terbilang seperti sebuah sekolah, hanya perbedaanya kalau pesantren muridnya harus mondok di tempat itu sendiri, kalau sekolah tidak.

Santri Pondok Pesantren

Teman-Teman Sekobong

Teman-Teman Sekobong

Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. Menurut bahasa, istilah santri berasal dari bahasa Sansekerta, “shastri” yang memiliki akar kata yang sama dengan kata sastra yang berarti kitab suci agama dan pengetahuan.

Cerita Aku Menjadi Santri Pesantren

Pondok Pesantren

Pondok Pesantren

Bismillah kini aku akan cerita aku menjadi santri pesantren, semoga bermanfaat bagi para pembaca artikel ini dan mendapat barokah amin. Cerita ini yang aku alamin ketika masih menjadi santri di pondok pesantren Irsyadul Baidhowi yang beralokasi di Bandung Barat.

Ketika aku awal masuk Pesantren aku berusian 18 tahun, 1 tahun lebih ketika baru beres sekolah SMK. Ketika itu aku baru keluar kerja di pabrik dan beberapa bulan lamanya aku diam di rumah. Hanya membantu pekerjaan orang tua.

Di saat malam gulita, aku terdiam memikirkan tentang masa depan. Bagaimana aku akan menjadi seorang ayah yang kan membimbing anaknya, dalam hati kecilku aku merasa sedih. Sedih kenapa? bagaimana ingin mempunyai anak yang soleh akan tetapi aku tak memiliki ilmu agama.

Disini aku berfikir untuk ikut pengajian, tapi dalam hati bertanya” mau ngaji kemana sedangkan aku sudah berusia menginjak dewasa”. Dalam hati aku malu jika mulai mengaji dengan anak- anak kecil.

Lalu aku cerita ke mama aku, aku pengen masuk pesantren dan mama ku menjawab” ikut aja ngaji sama Ridwan”.

Disana aku teringat teman sekolah waktu SD dan SMP yang namanya Ridwan itu. Tak lama kemudian aku temui lah dia yang bernama Ridwan itu, dia sekampung denganku.

Tapi aku ga tau bahwa di kampung ku ada pesantren yang baru berdiri beberapa tahun ke belakang. Karena masih baru, jadi belum ada bangunan pesantren yang besar tak seperti biasanya pesantren lain yang ada asrama, santri dari mana-mana.

Singkat cerita aku bertemu temanku yang bernama Ridwan itu. aku ngobrol basa-basi terlebih dahulu sebelum ke intinya pengen ke pesantren. tak lama kemudian aku bertanya kata ku” wan aku pengen ngaji lagi, udah lama aku ga ngaji”.

Lalu dia jawab ” oh pengen ngaji, nanti sore aja datang ke sini nanti aku akan kasih tau ke guru aku” kata temanku Ridwan.

Ketika Masuk Santri Pesantren

Ramdan

Ramdan

Awal masuk santri pesantren itu ketika aku sudah bertanya ke teman saya yang bernama Ridwan. Sore hari ketika aku di rumah sedang terdiam, datanglah temanku Ridwan mengunjugi rumahku.

Dia datang untuk memberi kabar, nanti sore sebelum adzan Magrib datang kerumah ku untuk memperkenalkan ke guru ngaji ujar temanku itu.

Lalu sore itu aku mengunjugi lagi temanku sambil berpakaian ngaji, lalu teman ku itu membawa ke pesantren. Pesantren nya itu dekat dengan rumah temanku, hanya berjarak 50m dari rumah dia.

Ketemu lah dengan Pemimpin Pondok Pesantren yang bernama Ustad Ali Husen.

Kobong Pondok Pesantren

Santri Pondok

Santri Pondok

 

 

 

 

 

Disana aku di persilahkan oleh Guru pesantren untuk memperkenalkan diri. Singkat cerita aku setelah memperkenalkan diri aku di suru masuk ke kobong santri. lalu ketika aku masuk kobong aku melihat anak anak yang sekampung denganku tapi masih di bawah umurku, mereka ada yang masih SD,SMP, dan SMA.

Yang menjadi pertanyaanku waktu itu, dimana kah santri yang seusia denganku. lalu aku bertanya kepada Ridwan, kalo yang besar dimana wan”ujarku” lalu Ridwan membalas, cuma aku dan kamu dan yang paling besar mah. Yang lain masih pada sekolah, paling besar baru masuk SMK ada 4 orang. Karna pesantren nya baru berdiri maka santri nya pun masih sedikit.

Awal Mengaji di Pesantren

Kegiatan Mengaji

Kegiatan Mengaji

 

 

 

 

 

 

 

Ketika itu temanku Ridwan memberi tahu aku, mulai mengaji nanti di pesantren kamu sehabis solat magrib bersama anak anak di bawah. Lalu aku bertanya kepada temanku, lalu kamu ngaji di mana wan. Aku ngaji di atas, langsung sama pemimpin Pondok Pesantren kalo kamu di gurui sama kakaknya Umi (Umi adalah nama Istri seorang Guru Pondok Pesantren).

Tak lama kemudian tibalah waktunya solat magrib, dan semua murid santri Pesantren melakukan solat Magrib berjamaah di Kobong (Kobong adalah nama tempat tinggal/tidur bagi semua santri).

Bereslah solat berjamaah tersebut, lalu aku mulai mengaji dengan semua murid santri. Di sini aku merasa agak aneh yaitu aku awal mengaji di pesantren dengan anak-anak SD dan SMP waktu itu, dalam hati kecilku aku malu, kenapa? karna hanya aku yang paling tua ketika itu, ada juga yang besar santri lain baru sekolah kelas 2 SMP. Dan sedangkan aku sudah berusia 18 tahun.

Akan tetapi rasa malu ku terkalahkan oleh keinginan mengaji demi masa depan, bekal masa depan ingin punya anak yang soleh. Karna aku yakin Jika menginginkan anak yang soleh, maka kitanya dulu yang harus soleh.

Oh ia ya ada satu lagi yang menjadi aku tak terlalu malu ketika itu adalah, aku itu terlihat masih seperti anak sekolah smp/ sma. bahkan anak-anak lain waktu itu masih beranggapan bahwa aku masih anak sekolah. Karna tampilan ku masih seperti anak sekolah yang kecil, ini lah keuntungan bagi yang memiliki tubuh kecil hihihi.

Jadwal Mengaji

Awal mengaji di pesantren waktu itu aku belajar membaca Al-Qur’an dengan benar dan Kitab kuning. ketika itu aku mengaji sehari itu 3 kali yaitu setelah sholat Magrib bersama guru ngaji Kang Aang namanya yaitu adiknya umi, terus jam 9 malam sama Pemimpin Pondok Pesantren yaitu Pun Guru yang di panggil santri namanya Akang panggilan ┬ábagi semua santri ke guru ngaji tersebut dan satu lagi mengaji setelah sholat subuh bersama Akang.

Malam Pertama Mondok di Pesantren

Di malam pertama ketika aku beres mengaji, di Pondok Pesantren aku langsung mondok bersama santri- santri lainnya. Ketika itu yang mondok di pesantren hanya beberapa orang saja, karna bangunan kobong masih belum selesai pembangunannya.

Kami bersama santri lain tidur dengan alas tidur seadanya, kadang ada santi yang memakai karpet solat sebagai alas tidur biar gak kediginan, ada yang menggunakan kasur saja tanpa bantal waktu itu aku lihat. Jadi seperti ini lah kehidupan santri di kobong yang berbekalan seadanya yang di didik untuk mandiri, tidak boleh menjadi orang yang kalau bahasa sunda nya mah meh teu olo-olo hirup.

Cerita tentang aku ketika berada di pesantren akan di sambung di Postingan selanjutnya. Ini lah beberapa Sub Judul yang akan saya angkat di cerita selanjutnya. Jangan lupa kelanjutan ceritanya ya pemirsa…

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *