Apa Itu Kultur Jaringan Tumbuhan,Pengertian,Tujuan, Manfaat, Tujuan

Apa kalian sudah tau apa itu kultur jaringan tumbuhan? mungkin sebagian orang pasti belum tau, tapi jika kita tanya nya ke anak-anak pertanian pasti mereka tau. Memang kultur jaringan ini terdengan aneh jika kita belum mengenal tentang pertanian modern.

Secara garis besar tentang kultur jaringan ini sangat berkaitan dengan Agroteknologi pertanian pembibitan modern. yang merupakan salah satu pembibitan tanaman dengan cara menggunakan salah satu bagian tanaman.

loading...

Nah kali ini saya akan membahas artikel tentang apa itu kultur jaringan, lalu untuk apa tujuannya dilakukan pembibitan ini, serta apa manfaatnya dan kelebihan dari pembitan tanaman ini.

Maka dari itu sebelum kalian mengetahui tujuan dari pembibitan tanaman dengan cara kultur, kalian harus mengetahui pengertiannya terlebih dahulu.

Pengertian Kultur Jaringan Tumbuhan

Kultur Jaringan Tumbuhan

Kultur Jaringan Tumbuhan

Apa itu kultur jaringan? Kultur jaringan terdiri dari 2 kata yang memiliki makna masing-masing. Kultur merupakan proses budidaya sedangkan jaringan memiliki arti sebagai bagian sel yang terdapat bentuk serta fungsi yang serupa.

Maka dapat disimpulkan bahwa kultur jaringan adalah sebuah metode perbanyakan tanaman dengan menggunakan salah satu bagian tanaman yang nantinya akan menjadi sebuah tanaman yang lengkap.

Tau ga kalau sebenarnya perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur jaringan merupakan sebuah cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.

Teknik perbanyakan kultur ini menggunakan cara mengisolasi salah satu bagian tanaman seperti akar, daun, mata tunas, dengan menggunakan media buatan secara asepttik.

Cara ini merupakan sebuah menumbuhkan bagian-bagian tanaman (sel) dengan memasukan kedalam sebuah wadah yang tertutup yang transparan yang memungkinkan memperbanyak diri serta beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.

Tekik perbanyakan menggunakan sebuah media serta tempat yang sangat steril.

Tujuan Kultur Jaringan Pada Tumbuhan

Tujuan utama melakukan perbanyakan tanaman menggunakan metode kultur jaringan tumbuhan yaitu merupakan
perbanyakan masal tanaman yang biasanya sangat lambat  dengan metode konvensional dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat.

Selain itu diperoleh tanaman yang bebas virus, membantu pemulian tanaman untuk mempercepat pencapaian tujuan penelitian pada tanaman yang biasa diperbanyak secara vegetatif.

Agar menghasilkan sebuah bibit tanaman yang baru dengan memiliki sifat sama dengan induknya serta memiliki kualitas bibit unggul yang lebih baik dan bebas dari penyakit serta virus.

Manfaat Perbanyakan Tumbuhan Metode Kultur Jaringan

Manfaat Pembibitan Kultur Jaringan

Manfaat Pembibitan Kultur Jaringan

Mungkin sebagian orang perbanyakan tanaman menggunakan metode kultur jaringan tumbuhan ini sangat ribet serta membutuhkan biaya yang sangat tinggi, akan tetapi menurut saya sangat penting serta memiliki potensi yang sangat baik melalu perbanyakan ini.

Mengapa saya katakan demikian? karena perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur ini memiliki banyak manfaatnya. Maka dari itu saya sarankan bagi kalian yang sedang terjun kedalam dunia pertanian untuk mencoba teknik ini yang memiliki manfaat yang sangat banyak.

Apa saja sih manfaatnya dari pembibitan ini, maka kalian cermati poin-pion penting ini sebagai berikut:

  • Mampu menghasikan tumbuhan baru yang sangat banyak dengan jangka waktu yang sangat singkat.
  • Menghasilkan sifat yang sama dengan induknya.
  • Menghasilkan tanaman baru dengan bersifat unggul dengan jangka waktu yang relatif singkat.
  • Pengerjaannya sangat efisien dan tempatnya juga serta waktu.
  • Tidak ketergantungan terhadap musim, yang dapat memperbanyak secara continue.
  • Sangat cocok bagi tanaman yang sangat sulit untuk bergenerasi.
  • Menghasilkan tumbuhan yang bebas dari penyakit serta virus.
  • Tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Mampu melestarikan tanaman-tanaman yang hampir punah.
  • Mampu meningkatkan perekonomian pertanian yang sangat berpengaruh terhadap devisa negara.

Contoh Tanaman Yang Dapat Kultur Jaringan Tanaman

Anggrek Kultur Jaringan

Anggrek Kultur Jaringan

Kalian sudah tau kah tanaman apa saja yang bisa di perbanyak menggunakan metode kultur jaringan tanaman ini. Oke saya akan bahas beberapa tanamann yang dapat di perbanyak melalui teknik ini.

Karena dari berbagai jenis tanaman serta tumbuhan tidak semuanya dapat di perbanyak melalui teknik kultur jaringan, lalu mana saja yang bisa kita perbanyak adalah sebagai berikut :

  • Pertama dari jenis tanaman hias diantaranya sebagai berikut:

1. Anggrek
2. Waru hias thai
3. Melo badak
4. Kembang sungsang
5. Cempaka

  • Kedua dari jenis tumbuhan buah-buahan diantaranya sebagai berikut:

1. Nanas bogor
2. Jeruk bali
3. Pear merah
4. Apel merah
5. Pisang

  • Ketiga dari jenis tumbuhan pohon diantaranya sebagai berikut

1. Jabon putih
2. Jati muna
3. Jati Solomon
4. Cemara balon
5. Cendana

  • Keempat dari jenis tanaman obat diantaranya sebagai berikut:

1. Binahong
2. Sirih merah
3. Ginseng
4. Buah makasar
5. Saga

  • Kelima dari jenis tanaman hortikultura diantaranya sebagai berikut:

1. Ubi duren
2. Singkong
3. Kentang
4. Oyom
5. Ubi gondola

Sebetulnya masih banyak lagi tanaman yang bisa kita perbanyak dengan menggunakan teknik kultur ini.

Jenis-jenis Kultur Jaringan Tanaman

Sudah tahu kah kalian bahwa kultur jaringan tumbuhan itu terbagi atas beberapa jenis-jenis, yaitu sebagai berikut :

1. Jenis Kultur Polen

Jenis kultur polen ini adalah kultur jaringan yang menggunakan salah satu bagian serbuk sari sebagai eksplannya.

2. Jenis Kultur Embrio

Jenis Kultur Embrio ini adalah jenis kultur yang menggunakan salah satu bagian tanaman berupa embrio tanaman.

3. Jenis Kultur Protoplas

Jenis Kultur Protoplas ini adalah jenis kultur yang menggunakan salah satu bagian tanaman berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sebagai eksplannya.

4. Jenis Kultur Kloroplas

Jenis Kultur Kloroplas ini adalah jenis kultur yang menggunakan salah satu bagian tanaman berupa kloroplas untuk membuat tanaman baru yang sempurna.

5. Jenis Kultur Meristem

Jenis Kultur Meristem ini adalah kultur yang menggunakan salah satu bagian tanaman berupa jaringan yang masih muda yang aktif membelah (meristem) sebgai eksplannya.

6. Jenis Kultur Enter

Jenis Kultur Enter ini adalah kultur jaringan yang menggunakan salah satu bagian tanaman yang berupa kepala sarinya sebagai eksplan.

Media Kultur Jaringan Tanaman

Media kultur jaringan sangat berpengaruh besar terhadap faktor penentu keberhasilan pada proses perbanyak tanaman dengan metode ini.

Mengapa dapat berpengaruh besar terhadap keberhasilan? karena media yang kita gunakan berpotensi terhadap pertumbuhan serta perkembangan tanaman tersebut.

Lalu apa saja yang harus di siapkan untuk media kultur ini, ada beberapa macam komponen bahan yang harus kita siapkan yaitu :

  1. Hara Makro- Ini digunakan pada semua media.
  2. Hara Mikro- Media ini selalu digunakan, tapi ada juga yang menggunakan komposisi media seperti besi atau besi-kelat.
  3. Vitamin- Ini umumnya digunakan atau di tambahkan dengan jumlah yang bervariasi.
  4. Gula- Merupakan media yang sangat wajib ketika perbanyakan kultur.
  5. Asam Amino dan N Organik.
  6. Senyawa Kompleks Alamiah- Diantaranya yaitu air kelapa, ekstrak ragi, dan sebagainya.
  7. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)- Yang paling utama adalah Auksin dan Sitokinin.

Jika kita sudah mengetahui beberapa hal yang perlu di siapkan pada media kultur jaringan, maka langkah selanjutnya kita harus menggetahui beberapa peralatan yang harus kita siapkan.

Alat-Alat Kultur Jaringan tumbuhan Yang Harus di Siapkan

Alat-alat kultur jarigan ini sangat banyak dan memiliki Fungsi masing-masing setiap alatnya, yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Alat Petridish- Digunakan sebagai tempat atau wadah untuk memotong-motong eksplan.
  2. Spatula- Berfungsi Untuk mengambil bahan kimia.
  3. Pinset- Berfungsi sebagai untuk mengambil dan menarik beberapa sampel.
  4. Pinset dental- Fungsinya masih sama.
  5. Timbangan Teknis- Digunakan untuk menimbang.
  6. Gelas Ukur- Berfungsi sebagai mengukur volume larutan.
  7. Api Bunsen- Berfungsi untuk mensterilkan jarum ose.
  8. Corong Kaca- Digunakan untuk memindahkan cairan pada wadah ke wadah yang lainnya.
  9. Pengaduk Kaca- Berfungsi untuk mengaduk larutan.
  10. Pipet Plastik- Digunakan untk memindahkan cairan dari wadah-wadah.
  11. Plastik Warping- Digunakan untuk menutup botol.
  12. Enkase- Berfungsi untuk menjaga ruangan kerja pada saat sterilisasi media alat ukur.
  13. Botol- Kultur- berfungsi sebagai wadah eksplan.
  14. Rak kultur- Digunakan untuk menyimpan botol-botol yang sudah dimasukan ekplan pada botol tersebut.
  15. Autoclave Electric- Digunakan sebagai alat untuk mensterilkan alalt-alat kultur jaringan.
  16. laminar Air Flow- Untuk menjaga ruangan supaya tetap steril.
  17. Incubator- Digunakan sebagai menginkubator mikroba dengan suhu yang terkontrol.
  18. Laboratory Oven- sebagai alat sterilisasi.
  19. Shaker
  20. Hot Plate dan Magnetic stirer.

Syarat-Syarat Kultur jaringan Tanaman

 

Ada beberapa macam syarat-syarat yang harus memenuhi kkiteria ketika kita akan melakukan pembibitan kultur jaringan tanaman.

Mengapa demikian? karena umumnya kultur jaringan dilakukan sebuah ruangan yang sangat tertutup dan steril untuk menjaga agar proses pertumbuhan tanaman tidak terserang bakteri.

  • Lalu apa saja syarat-syarat kultur jaringan tersebut, maka saya akan bahas di bawah ini sebagai berikut yaitu:
  • Hal yang pertama yaitu harus mengatur udara serta pH yang baik.
  • Hal kedua adalah menggunakan medium dengan komposisi nutrisi yang cocok.
  • Selanjutnya yaitu pemilihan bibit eksplan yang baik dan sehat.
  • Dan yang terpenting adalah tempat harus terjaga serta steril bebas dari bakteri dan penyakit.

Tahapan-Tahapan Proses Kultur Jaringan Tanaman

Ketika kita akan melakukan perbanyakan melalui kultur jaringan tumbuhan, kita harus mengetahui beberapa tahapan prosesnya terlebih dahulu.

Lalu apa saja tahapan-tahapan tersebut, maka simaklah baik-baik di bawah ini beberapa proses tahapan yang akan saya bahas diantaranya:

1. Lokasi Laboratorium

Menentukan lokasi Laboraterium untuk proses kultur jaringan ini harus di perhatikan dengan baik-baik. Mengapa demikian, karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan. Pemilihan lokasi harus jauh dari polusi serta dekat dengan sumber listrik.

2. Kapasitas Laboratorium

Untuk ukuran kapasitas laboratorium, ini bisa kita sesuaikan dengan jumlah bibit yang akan di produksi. Lalu di dalam Laboratorium ini kita harus membuat minimal 5 ruangan, yaitu seperti ruangan gudang, ruangan media, ruangan bahan, ruang tanam serta ruang inkubasi.

3. Menyediakan Media

Menyediakan media ini termasuk faktor penentu keberhasilan dalam perbanyakan melalui kultur jaringan. Komposisi yang kita pakan akan di sesuaikan dengan jenis tanaman yang akan kita perbanyak.  Lalu media yang sering digunakan antara lain:

  • Garam mineral
  • Vitamin
  • Hormon
  • Dan lain-lain

Media yang akan digunakan ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu media padat dan media cair.

4. Intisiasi

Intisiasi merupakan proses pengmbilan eksplan pada bagian tanaman yang nantinya akan di kulturkan. Biasanya yang sering di gunakan untuk bahan eksplan yaitu tunas, tapi bagian lain juga banyak seperti:

  • Ujung akar
  • Daun
  • Batang
  • Dan kambium batang

5. Sterilisasi

Sterilisasi merupakan kegiatan yang wajib ketika kita melakukan kegiatan kultur jaringan.                                Sterilisasi ini meliputi hampir semua bagian mulai dari tempat, ruangan, alat-alat, bahan, media juga ketika kita sedang proses pengerjaanya. Bahkan orang yang melakukan kultur jaringan pun harus di sterilkan terlebih dahulu.

6. Multiplikasi

Multiplikasi merupakan sebuah kegiatan perbanyakan calon tanaman dengan eksplan pada media.
Kegiatan ini biasanya dilakukan pada laminar flow supaya terhindar dari adanya kontaminasi.

7. Pengakaran

Proses Pengakaran ini merupakan fase dimana bahan eksplan terlihat sudah muncul akar, maka dapat dikatakan bahwan prosesnya berjalan dengan baik.

Ketika proses ini kita harus cek setiap hari supaya kita dapat mengontrol pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

8. Proses Aklimatisasi

Proses Aklimatisasi merupakan salah satu kegiatan pemindahan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng.
Ketika tahap proses aklimatisasi ini harus sangat berhati-hati, serta ketika kita memindahkan eksplan ini kel alam luar kita harus memberikan tahapan-tahapan agar tanaman beradaptasi dengan lingkungan

Keunggulan Kultur Jaringan Tumbuhan

Perbanyakan tanaman menggunakan metode Kultur jaringan ini memiliki keuntungan serta ada juga kerugiannya. Akan tetapi keuntungannya ini sangatlah banyak dan sangat efisien untu metode pembibitan atau perbanyakan melalui metode ini, lalu apa saja kah itu, diantaranya adalah sebagai berikut:

Keuntungan kultur Jaringan

  1.  Mampu mendapatkan tanaman baru dengan jumlah yang sangat banyak dengan waktu yang relatif singkat
  2. Memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
  3. Dapat memperoleh tanaman baru yang memiliki bersifat unggul.
  4. Jumlah yang dihasilkan tidak terbatas.
  5. Bibit yang dihasikan terbebas dari bakteri dan hama penyakit.
  6. Memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit.
  7. Pembibitan tidak tergantung dengan musim serta dapat diproduksi dengan jumlah yang banyak.
  8. Pembibitan ini sangat cepat serta hemat waktu.
  9. lebih terkontrol pembibitannya.
  10. Bisa membibitkan tanaman yang susah di perbanyak.
  11. Tidak memerlukan tempat yang luas

Kekurangan Pembibitan Secara Kultur Jaringan yaitu diantaranya:

  1. Pembibitan ini memerlukan biaya yang relatif besar, karena memerlukan sebuah labolaterium dan bahan-bahan kimia.
  2. Kita memerlukan keahlian atau skill dalam pembibitan ini.
  3. Diperlukan aklimatisasi ketika ke lingkungan luar, serta perawatan yang eksta hati-hati karena berukuran kecil dan bersifat antiseptik.

Dari sekian banyak tanaman yang sering di perbanyak menggunakan metode kultur jaringan ini ada tanaman yang menggunakan teknik ini sering digunakan pada pembibitan anggrek.

Karena anggek sangatlah susah di perbanyak secara generatif serta lebih efisien menggunakan metode kultur jaringan, dan hasinya pun sangat berkualitas serta memiliki nilai jual ekonomis yang sangat tinggi.

Baca Juga: Cara Merawat Anggrek dan 7 Faktor Keberhasilan Anggrek

juga dari segi permintaan pasar, tanaman anggrek ini sangat banyak peminatnya, sehingga para petani tanaman hias sekarang melakukan pembibitan anggrek sering menggunakan metode kultur jaringan.

***

Demikianlah artikel Ramdantri.com kali ini yang membahas tentang apa itu kultur jaringan tumbuhan serta Pengertian,Tujuan, Manfaat, Tujuan.

Semoga bermanfaat bagi kalian yang telah membaca artikel kami ini, terima kasih.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *