Santri Pondok Pesantren

Santri pondok pesantren ini sangat berkaitan dengan pendidikan ilmu agama. Akan tetapi tak hanya ilmu agama saja yang di pelajari di pesantren.

Assalamualaikum kembali lagi dengan cerita saya Ramdan Tri Cahya akan bercerita tentang Pelajaran Di Pondok Pesantren. Cerita ini kelanjutan dari postingan yang kemarin, ya tentang diriku yang baru pertama masuk jadi Santri Pondok Pesantren.

loading...

Santri Pondok Pesantren

Pondok Pesantren

Pondok Pesantren

Tak tesara aku itu sudah menjadi santri pondok, aku mengikuti arahan sang guru untuk ikut denagan santri Jurumiyah. ( pelajaran santri yang masih baru) di sana aku belajar baca Al Qur’an, Kitab Safinah, dan tadzwid.

Hari demi hari aku terus belajar bersama anak anak santri lainnya. Ketika itu sedang malam hari ada seorang yang berumur remaja tapi sudah berkeluarga mendatangi guru pondok pesantren. dan bercerita ingin melanjutkan pesantren lagi.

Kemudian aku di pindahkan oleh sang guru untuk belajar dengan santri pondok baru di bimbing langsung sama Pondok pesantren.

Belajar Bacaan Al qur’an

Belajar Al Quran

Belajar Al Quran

Ketika itu aku sekarang belajar Baca Al Qur’an dengan teman yang baru masuk yang bernama Kang Encu namanya. Disini aku di bimbing dengan teman santri yang sudah besar dan sudah lama mengajinya.

Tiap Magrib aku pertama mengaji bacaan Al Quran sendiri sendiri sebagai pelatihan supaya cepat bisa membaca. Membaca Al Quran ini ketika sang guru sebelum masuk. akan tetapi ketika sang guru masuk aku bersama teman teman belajar bersama.

Kata sang guru belajar membaca Al Quran itu tidak lah mudah.  aku setiap hari memulai belajar Al Quran itu di surat Al Fatihah. Selama satu tahun lamanya aku belajar surat Al Fatihah ini.

Soalnya jika kita sudah benar bacaan nya maka solat pun sah. Surat Al Fatihah ini merupakan Syarat sah nya solat Fardu. Jadi aku tiap hari belajar Ini sebelum membaca ayat-ayat Al Quran lainnya.

Belajar Kitab Kuning

Sebelum kita membahas Belajar Kitab Kuning saya akan menjelaskan apa itu kitab kuning.

Istilah kitab kuning sudah tidak asing lagi bagi para santri dan kiai yang pernah mengeyam pendidikan pesantren terutama pesantren. Yang ada nilai kesalafannya(Salafiyah).
Kitab tersebut sudah diajarkan sejak zaman dahulu oleh pendiri-pendiri Islam di Indonesia bahkan sebelum Islam masuk Indonesia.
Kitab kuning adalah sebuah istilah yang disematkan kepada kitab-kitab yang berbahasa Arab yang berhaluan Ahlu Sunnah Waljamaah. Yang biasa digunakan oleh beberapa pesantren atau madrasah Diniyah sebagai bahan pelajaran.
Dan kitab ini bukan dikarang oleh sembarang orang. Damun karya Para Ulama Salafus Shalih yang sangat ahli dalam menggali hukum dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dinamakan kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning
Kitab kuning yang aku pelajari ketika di pesantren adalah safinh,Jurumiyah, Imriti, Nahwu sorof, dan Bajuri.

Belajar Bacaan Al qur’an Cepat

Santri Sedang Belajar

Santri Sedang Belajar

Belajar Bacaan Al qur’an Cepat ini hanya satu minggu sekali, yaitu di hari malam Jum’at. Kami bersama santri lainnya membaca Al Quran 2 kali hatam dalam semalam.

Biasanya satu orang terbagi membaca 2 Juz. Dan di akhiri dengan Doa penutup ketika sudah beres Hatam.

Belajar Mubaliginan

Ini nih yang membuat santri suka tertawa tawa  ketika belajar mubaliginan. Yaitu dimana setiap santri harus mengikuti pelajaran belajar menjadi Mubaligh/Ceramah.

Di sini biasanya santri suka malu malu ketika ceramah di depan santri lainnya. Membuat santri lain tertawa tawa dan juga dari segi materi ceramah yang merekabawakan.

Kegiatan Santri Selain Ngaji

Kegiatan santri selain mengaji adalah kegiatan di luar ngaji. Banyak sekali kegiatan santri selain mengaji seperti:

Membersihkan Aula Pesantren kegiatan ini di lakukan santri ketika hari libur belajar, yaitu hari minggu. Beberes Kobong, Membersihkan Halaman, Menyuci karpet dan sebagainya. Ini di kerjakan bersama-sama dengan santri lain, sebagai simbol bergotong royong.

Makan Bersama Ala Santri 

Kebersamaan Santri

Kebersamaan Santri

Kegiatan ini hal yang wajib bagi santri untuk mandiri, yaitu masak sendiri. Biasanya santri suka makan rame-rame, dan makanan yang di buat adalah nasi Liwet.

Sosialisasi Dengan Masyarakat

Kegiatan Santri

Kegiatan Santri

kegiatan santri selanjutnya yaitu bersosialisasi dengan masyarakat. Agar ketika mereka sudah dewasa mereka sudah memiliki pengalaman menghadapi dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Biasanya kegiatan sosialisasi ini berupa ikut serta kegiatan karang taruna, ikutan kerjabakti dengan masyarakat. Membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan lain-lain.

Beberapa Acara Besar Pondok Pesantren

Kini aku akan membagikan Beberapa acara besar yang ada di Pondok Pesantren. Biasanya.
Beberapa acara besar pondok ini sangat berarti bagi semua santri, karna banyak hikmahnya yang dapat di ambil. Inilah hal-hal acara besar pondok pesantren.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kegiatan Acara Maulid Nabi

Kegiatan Acara Maulid Nabi

Bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid adalah bulan ke-3 dalam urutan kalender hijriah. Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Rabiul Awal. Rasulullah SAW lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal di tahun gajah (‘am al-fil).

Lalu pada 17 Rabiul Awal adalah peristiwa Rasulullah hijrah atau meninggalkan Kota Mekkah menuju Kota Madinah. Terakhir, pada 27 Rabiul Awal adalah tanggal wafatnya Rasulullah SAW.

Inilah yang membuat bulan Rabiul Awal sangat dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Rasulullah SAW lahir dari seorang Ibu bernama Sayyidah Aminah, dan Ayahnya bernama Abdullah.

Namun, sang ayah meninggal dunia saat Muhammad masih ada dalam kandungan. Menurut hadits riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas, Rasulullah dilahirkan pada malam yang tenang.

Peringatan Isra Miraj/Rajaban

Isra Miraj/ Rajaban yang setiap tahun diperingati oleh umat Islam adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ketujuh.

Baca Juga artikel lain kami: Ilmu Manfaat Seorang Santri

Isra Miraj dilakukan hanya dalam waktu satu malam dengan mengendarai buraq, yaitu makhluk yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menuju Sidratil Muntaha dengan kecepatan yang luar biasa.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *