Wisata Sanghyang Poek Serta Sejarah Mitos Gua Purbakala

Mengenal Sejarah Sungai Citarum Purba serta mitos Wisata Sanghyang Peok dan Gua purbakala, Adalah wisata yang berdekatan dengan wisata Sanghyang Heuleu, Sanghyang Tikoro dan Sanghyang  Kenit.

Mungkin artikel kami yang sebelumnya membahas tentang Wisata sangyang heuleut dan sanghyang tikoro. Nah kali ini saya akan menjelaskan destinasi  yang tak kalah indahnya serta mengandung sejarah sekaligus terdapat sebuah mitos di dalamnya, yaitu sanghyang Poek.

loading...

Apa Itu Sanghyang Poek?

Wisata Sanghyang Poek

smoothadvesia.blogspot.com

Mungkin kalian sudah mengenal yang namanya wisata Sanghyang Peok ini,namun apakah kalian sudah tau apa itu Sanghyang Poek?. Mungkin sebagian orang hanya mengenal wisata ini sebagai tempat destinasi alam yang indah serta memiliki sebuah sejarah saja.

Namun di pembahasan ramdantri.com ini saya akan menjelaskan asal usul terlebih dahulu apa itu sanghyang serta apa sih arti dari kata tersebut? lalu arti poek itu apa?. mungkin sebagian orang sunda sudah memahami sedikit dari kata tersebut, tapi kalau orang Indonesia pasti masih bertanya-tanya.

Kalau begitu saya kan bahas sedikit informasi arti dari kata wisata ini. Sanghyang Poek ini terdiri dari 2 kata yaitu:

1. Sanghyang

Sanghyang ini berasal dari bahasa Sunda yang dapat di artikan  “tempat yang suci”, menurut kamus bahasa Sunda.

2. Poek

Lalu Poek sendiri masih sama berasal dari bahasa Sunda yang dapat di artikan”gelap”.

Maka dapat di simpulkan bahwa Sanghyang Poek ini dapat kita artikan sebagai “Tempat suci yang gelap”.

Menurut warga setempat tempat ini masing berhubungan dengan Sanghyang-Sanghyang lainnya, karena adanya sebuah aliran Sungai Citarum Purba. Juga dari segi arti masih sama dengan sanghyang lainnya, yang membedakan yaitu nama keduanya yang di angkat dengan adanya sebuah mitos serta sejarah.

Gua Sanghyang Poek

Travelnatic.com

Travelnatic.com

Sebetulnya Wisata Sanghyang Poek ini merupakan sebuah tempat destinasi alam yang berupa sebuah aliran Sungai Citarum Purba yang terdapat sebuah Gua. Lalu Gua tersebut di namai dengan Gua Sanghyang Poek.

Gua tersebut merupakan sebuah goa Purbakala yang terbentuk secara alami. Jika anda masuk kedalam goa tersebut maka kalian akan di suguhkan dengan keindahan batu gamping yang telah mengalami pelarutan secara alami.

Ketika kalian mencoba masuk kedalam Gua purbakala tersebut, maka kalian tidak akan melihat apa-apa jika tidak memakai senter. Inilah yang membuat asal-usul Gua Sanghyang Poek tersebut.

Wisata Gua Purbakala ini sama dengan wisata Sanghyang lainnya yang di aliri oleh sebuah Sungai Citarum Purba. Bahkan jika kalian dapat berkesempatan memasuki Gua tersebut , lalu berhasil keluar di ujung Gua Purbakala ini akan sampai ke Wisata sanghyang Tikoro.

Jika kalian memasuki Gua tersebut kalian akan disuguhkan dengan adanya kilauan stalaktit yang berada di atas Gua. Serta jika di terangi senter maka akan keluar cahaya kilauan yang indah yang terbentuk dari sebuah kilau stalaktit.

Gua Sanghyang Poek

Gua Sanghyang Poek

Tentunya sangat cocok bagi kalian yang suka selfi serta berfoto-foto di lokasi Gua Purbakala tersebut. Jadi kalian jangan terlewatkan untuk mencoba menantang memasuki Gua tersebut jika berkesempatan Berwisata ke tempat tersebut.

Sejarah Terbentuknya Sanghyang Poek

Travelnatic.com

Travelnatic.com

Dari sekian banyaknya wisata yang berada di wilayah Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat seperti Sanghyang Tikoro, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Kenit serta Sanghyang lainnya.

Dapat kami simpulkan bahwa sejarah terbentuknya Beberapa tempat Wisata tersebut berhubungan erat dengan Terbentuknya wilayah Kota Bandung ketika jaman dulu kala. Yaitu dengan adanya sebuah Gunung Purba yang bernama Gunung Sunda.

Memang menurut para peneliti serta diperkuat oleh beberapa orang yang asli orang Bandung terdahulu. Bahwa Kota Bandung yang kita kenal sekarang itu dulunya adalah sebuah Gunung Purba yang besar, yang hampir mencakup semua wilayah Bandung.

Lalu seiring waktu, Gunung Sunda tersebut meletus yang mengakibatkan sebuah larva gunung tersebut keluar. Sehingga Larva yang keluar tesrebut mengalir membanjiri daratan Bandung yang menjalur hingga ke daerah barat Kota Bandung. Itu menurut para peneliti serta menurut warga Bandung .

Lalu terbentuklah sebuah lembah yang panjang dari Bandung hingga Bandung Barat yang menjalur menjadikan terbentuk sebuah aliran air yang dinamankan Sungai Citarum.

Lalu mengapa Sungai Citarum itu bisa ada dua, yaitu Aliran Sungai Citarum yang besar dengan Aliran Sungai Citarum Purba. Ini berhubungan dengan ketika bendungan Saguling di bentuk.

Mitos Serta Sejarah yang Masih Menjadi Sebuah Perdebatan Terbentuknya Bandung

Dari sumber lain ada yang mengatakan mitos atau terbentuknya Wisata Sanghyang yang terdapat di Kecamatan Cipatat tersebut yaitu dulunya Pulau Jawa itu adalah sebuah pulau yang tertutup oleh lautan.

Jadi bukan sebuah daratan ketika jaman dulu kala itu bahwa Pulau Jawa ini yang kita kenal sekarang. Bahkan beberapa orang para peneliti dapat menyimpulkan bahwa wilayah kota Bandung serta kota-kota lainnya di Jawa Barat ini dulunya adalah sebuah lautan.

Menurut para peneliti dapat menyimpulkan tersebut karena meleka meneliti dan menemukan beberapa Wisata di Bandung Barat Ini banyak terdapat bebatuan-bebatuan Gamping seperti yang terdapat di Wisata Stone Garden, dulunya adalah sebuah lautan purba.

Sampai saat ini sebetulnya cikal bakal terbentuknya serta sejarah Kota Bandung ini masih menjadi perdebatan antara peneliti.

Baca juga : Sanghyang Heuleut Tempat Wisata Bandung Barat Terbaru

Lokasi Wisata

Rute menuju lokasi tempat Wisata Sanghyang Poek ini satu jalur dengan Wisata Sanghyang-Sanghyang lainnya, karena masih satu lokasi yaitu di dekat PLTA Saguling. Jika  kalian dari arah Bandung, maka kalian akan melalui rute jalur Padalarang-Cianjur.

Dari arah Padalarang-Cianjur kalian akan menempuh waktu ke tempat Gapura Saguling itu sekitar 30 menit, jika menggunakan motor.

Jika kalian sudah sampai di Gapura Saguling Desa Rajamandala, maka kalian tinggal masuk ke Gapura tersebut yang menuju lokasi PLTA Saguling. Itu jaraknya sekitar 5 km dari Gapura menuju PLTA Saguling, nah jka sudah berada di dekat PLTA maka kalian tinggal ke tempat lokasi Wisata Sanghyang dengan menyusuri aliran Sunagi Citarum Purba.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk ke lokasi Wisata Sanghyang tersebut masih terbilang relatif murah. Yaitu satu orang tiket masuknya Rp 10.000 tanpa pemandu, akan tetapi jika kalian yang baru datang mengunjungi Wisata ini kalian akan di bimbing dengan salah seorang pemandu, dan tiketnya menjadi  25 ribu per orang.

Memang harga tiket di sana terbilang relatif murah, supaya warga dari kalangan siapa saja dapat mengunjungi wisata alam purba ini.

Jika kalian berkesempatan mengunjungi Wisata alam Gua Purbakala ini. Kami sarankan untuk mengunjungi Wisata Danau Purba yang di sebut Sanghyang Heuleut. Yang konon katanya tempat mandinya para bidadari menurut mitos warga setempat.

Sanghyang Heuleut

Sanghyang Heuleut

Juga memiliki sebuah keindahan alami dari sebuah Danau Purba tersebut. Yang memiliki sebuah aliran sungai Citarum purba yang jernih serta menyegarkan.

Satu lagi yang jangan kalian lewatkan untuk mngunjungi sebuah wisata Sanghyang Tikoro. Yang meiliki  sebuah mitos serta menjadi sebuah penelitian yang saat ini belum terungkap.

Informasi lebih lengkapnya kalian dapat mengunjungi artikel kami sebelumnya di bawah ini.

***

Baca juga: Sanghyang Tikoro Merupakan Tempat Wisata, Sejarah dan Misterius

demikian lah artikel kami kali ini yang membahas sebuah Wisata sanghyang Poek Gua Purbakala  serta aliran Sungai Citarum Purba. Yang memiliki sebuah sejarah dan mitos di dalamnya.

Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca, bila ada kesalahan dari kata-kata mohon dimaafkan, terima kasih.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Nandang berkata:

    Karek sabaraha bulan blog na tos bagus Don,
    ngan Headline Blog na masih sederhana , biasana sok lebar pakai backround ,

    • admin berkata:

      oh muhun wa, nembe 2 bulan kirang wa blog na, memang teu acan di edit sadayana tampilan webna, soalna nu dodon teucan ka tampi ku google adsense. wa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *