Sanghyang Tikoro Merupakan Tempat Wisata, Sejarah dan Misterius

Sanghyang tikoro merupakan sebuah tempat wisata yang mengandung sejarah sekaligus memiliki mitos dan misteri didalamnya. Bisa kalian bayangkan, sebuat tempat wisata yang menantang akan sejarahnya juga agak merinding dengan misterinya.

Akan tetapi kalian akan terpesona dengan tempat wisata yang satu ini, yang memiliki keindahan alamnya serta keaslian alaminya. Wisata ini merupakan Goa bawah tanah yang dialiri oleh aliran sungai citarum  dibawahnya.

loading...

Arti Sanghyang Tikoro

Sumber-wisatasia.com

Sumber-wisatasia.com

Sanghyang Tikoro ini mengandung sebuah arti jika dijabarkan kedalam bahasa Sunda. Sanghyang, berasal dari sebuah kata Sang dan Hyang.

  • Sang merupakan kata sandang yang digunakan oleh orang-orang Sunda dulu yang memiliki arti untuk menghormati seseorang atau sesuatu.
  • Hyang merupakan sebutan untuk keradaan spiritual yang tak kasat mata dan memiliki kekuatan supranatural.

Maka dapat disimpulkan bahwa kata sanghyang bisa diartikan sebagai sebutan untuk menghormati seseorang atau sesuatu yang dianggap suci.

Kemudian tikoro merupakan bahasa sunda yang berarti tenggorokan. Ini mungkin untuk menggambarkan sebuah tempat tersebut yang berupa sungai bawah tanah yang mengalir melalui rongga-rongga, seperti tengorokan.

Sejarah Sanghyang Tikoro

Tau kah kalian tentang sejarah sanghyang tikoro yang sangat berkaitan erat dengan Kota Bandung. Yah mungkin sebagian orang hanya tau sanghyang ini sebagai tempat wisata saja, akan tetapi sebetunya tempat ini mengandung sebuah sejarah.

Lalu sejarah apa yang ada pada tempat wisata yang satu ini?. Sejarah mengatakan bahwa  Sanghyang Tikoro ini terkait akan kisah surutnya danau purba yang melungkupi cekungan Bandung, sekitar 20-30 juta tahun yang lalu.

Pasti kalian mengenal tentang cerita Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Perahu. Dalam sebuah legenda tersebut diceritakan bahwa ketika dalam rangka memenuhi permintaan yang tak masuk akal dari dayang sumbi, Sangkuriang dibantu oleh beberapa jin untuk membendung sungai Citarum sehingga membentuk sebuah danau yang amat besar.

Kemudian apa hubungannya antara cerita Sangkuriang dengan sejarah Sanghyang ini? saya jawab, bahwa cerita keduanya ada hubungannya.

Ketika itu Sangkuriang marah dikarenakan ia merasa di tipu, lalu dia menendang perahu sampai tersebut terbalik hingga membentuk sebuah Gunung Tangkuban Perahu, lalu danau tersebut perlahan-lahan bocor.

Menurut para peneliti, cekungan Bandung ketika dahulu membentuk sebuah danau besar. Lalu kemudian danau tersebut bobol sehingga membentuk sebuah daratan. Dan daratan tersebut bisa kita kenal dengan wilayah Bandung.

Lalu para peneliti menduga bahwa bocornya danau purba tersebut akhirnya membentuk cekungan yang menjadi wilayah Bandung. (Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan kota Cimahi) sekarang adalah ya di Sanghyang Tikoro ini.

Masih Menjadi Perbincangan

Kemudian dugaan tersebut mungkin lahir karena adanya sebuah aliran air sungai Citarum yang ada di sana terbagi 2 cabang.

Yang pertama aliran air tersebut mengalir secara terbuka biasa, lalu yang satunya lagi masuk kedalam Gua bawah tanah yang di sebut Sanghyang Tikoro.

Disisi lain ada yang menjelaskan bahwa terbentuknya wilayah  Kota Bandung ini akibat meletusnya Gunung Sunda yang dahsyat lalu mengakibatkan tubuhnya hancur tanpa sisa.

Kemudian letusan tersebut menyisakan lekukan-lekukan lahar yang sangat panas yang mengkibatkan membentuk sungai di Batujajar, Cililin, dan Padalarang.  Lalu dari waktu-kewaktu lahang tersebut menjadi sebuah talaga yang bernama Talaga Bandung.

Seiring dengan waktu berjalan, tanah kapur yang berada di Batujajar dan Cililin ini kemudian terkikis sedikit demi sedikit dan membentuk sebuah lubang aliran yang saat ini dikenal Sanghyang Tikoro.

Beberapa Misteri dan Mitos

Sanghyang Tikoro/ensiklopedia.com

Sanghyang Tikoro/ensiklopedia.com

Beberapa misteri dan mitos seputar sanghyang tikoro ini yang masih belum terungkap, seperti kedalaman Gua tersebut.

1. Kedalaman Gua Sanghyang Tikoro

Para arkeolog masih belum memastikan kebenarannya tentang kedalaman akan Gua yang dialiri air ini. Akan tetapi ada sebagian orang yang memprediksi bahwa kedalaman Gua tersebut antara 800 meter-1 kilometer.

2. Ujung Aliran Air Sungai

Biasanya kita kalau menemukan sebuah lubang yang di aliri air, maka kita akan mengetahui kemana air itu akan keluar.

Akan tetapi aliran sungai yang masuk kedalam Gua Sanghyang Tikoro ini masih belum ada yang mengetahui lokasi keluarnya air. Inilah yang membuat misteri dan menantang para ahli arkeolog untuk mempelajarinya.

3. Mitos

Ada sebuah mitos yang beredar, ketika kita memasukan sebuah lidi kedalam aliran sungai yang masuk langsung ke Gua Sanghyang Tikoro, akan terdengar sebuah jeritan seperti orang yang ternggorokonnya tertusuk duri.

Beberapa Tempat Wisata Bersejarah Lain Di Rajamandala Kulon

Wisata lain yang masih ada sangkut pautnya dengan Sanghyang Tikoro yaitu sebuah wisata yang berada dalam satu lokasi di Rajamandala kulon, Cipatat adalah Wisata Sanghyanga Heuleut, Sanghyang Poek, dan Sanghyang Kenit.

1. Wisata Sanghyang Heuleut

Wisata Sanhyang Heuleut

Wisata Sanhyang Heuleut

Sanghyang Heuleut Merupakan sebuah wisata yang berupa sebuah Danau Purba yang tersembunyi di daerah Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Wisata ini masih ada sangkut pautnya dengan Sanghyang Tikoro yang saya jelaskan tadi di atas. Tempat wisata Sanghyang Heuleut ini behubungan dengan aliran Sungai Citarum Purba.

Wisata Sanghyang Heuleut ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan terbentuknya wilayah Bandung akibat letusan Gunung Purba atau Gunung Sunda.

Baca juga: Sanghyang Heuleut Tempat Wisata Bandung Barat Terbaru

2. Wisata Sanghyang Poek

Sanghyang Poek-picgra.com

Sanghyang Poek-picgra.com

Sebelum kalian mengunjungi tempat wisata alam Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Heuleut, maka kalian akan menemukan sebuah Gua yang bernama Gua Sanghyang Peok.

Wisata Sanghyang Poek ini masih berada dalam satu lokasi di Rajamandala Kulon, tepatnya di kawasan PLTA Saguling.

Sanghyang Peok merupakan sebuah Gua Purbakala yang terbentuk secara alami beberapa juta tahun yang lalu.

3. Sanghyang Kenit

sanghyang Kenit

sanghyang Kenit

Sungai Ciratum memang sangatlah terkenal di masyarakat Kota Bandung. Tapi tau kah kalian bahwa Sungai Citarum ini memiliki cabang aliran Sungai Citarum Purba? ya kalian mungkin belum begutu mengelanya sisi lain tentang sungai yang satu ini.

Terletak di sebuah Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terdapat sebuat destinasi wisata Sanghyang Kenit.

Destinasi ini kini sedang hangat dibicarakan oleh orang-orang untuk mengunjungi wisata sanghyang Kenit ini karena akan keindahan.

Wisata Sanghyang Kenit ini sgaangat berdekatan dengan Sanghyang-Sanghyang lainnya . Terutama pada satu Gua yang ternyata menghungkan antara Sanghyang Kenit dengan Sanghyang Tikoro.

***

Baca juga: Tempat Wisata Bandung Terbaru dan Paling Banyak Dikunjungi

Demikian lah artikel saya kali ini yang membahas seputar Sanghyang Tikoro yang merupakan tempat wisata mengandung sejarah dan misteri.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. September 13, 2019

    […] Baca juga: Sanghyang Tikoro Merupakan Tempat Wisata, Sejarah dan Misterius […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *